Tanah Toraja atau yang biasa disebut Toraja menyimpan kisah tersendiri untuk aku dan kekasih halal ku. Tak apalah menyebutnya begitu, toh kami sudah menjadi suami dan istri. Kami menikah tanpa melalui proses pacaran dan kami tidak melakukan pose pra Wedding seperti yang booming di masyarakat saat ini. Kami menikah dengan tradisi bugis Bone. Yah, kebetulan aku berasal dari suku bugis Bone dan suami ku berasal dari Palopo. Setelah menyelesaikan prosesi adat bugis, kami kemudian harus kerumah mertua yang waktu itu acara marola dan mammetua (mengunjungi mertua) karena jarak rumah kami sangat berjauhan, makanya kedua prosesi ini kami gabung menjadi satu rangkaian acara. Sesampainya di kampung halaman suami yaitu di Palopo yang kebetulan tinggal di kota, kami disambut oleh keluarga pihak suami dan kami pun mengikuti acara syukuran tanpa prosesi adat. Hanya syukuran sederhana dengan tamu undangan beberapa kerabat dekat, para tetangga dan beberapa teman sua...